Langsung ke konten utama

Cara Guru Berbicara Di depan Peserta Didik

 Inti tutorial tersebut adalah pengingat bahwa profesionalisme guru tidak hanya terlihat dari cara mengajar, tetapi juga dari cara berbicara di depan peserta didik.


1. Jangan menyerang orang tua di depan siswa

Ucapan seperti “Orang tuamu tidak peduli denganmu” dapat membuat siswa merasa tidak dicintai atau tidak diperhatikan.

Jika ada masalah dengan orang tua, selesaikan dengan orang tua melalui komunikasi yang tepat, bukan menjadikan siswa sebagai tempat pelampiasan.

2. Jangan membuat siswa merasa ditolak

Kalimat seperti “Saya tidak suka kelas ini” atau “Saya benci mengajar kelas ini” mungkin keluar ketika guru sedang lelah atau frustrasi.

Namun, siswa bisa menerjemahkannya menjadi:

> “Guru tidak menyukai kami.”

Lebih baik masalah perilakunya yang dibicarakan, bukan membuat siswa merasa bahwa dirinya tidak disukai.

3. Bedakan mengoreksi kesalahan dengan merendahkan siswa

Ini bagian yang sangat penting.

❌ “Kamu bodoh.”

❌ “Kamu memang tidak bisa.”

❌ “Kamu lambat sekali.”

Lebih profesional:

✅ “Jawabanmu masih kurang tepat. Mari kita lihat bagian mana yang perlu diperbaiki.”

Kesalahan adalah sesuatu yang bisa diperbaiki. Identitas anak bukan sesuatu yang pantas diserang.

4. Jangan menunjukkan bahwa guru tidak peduli

Ucapan “Saya tidak peduli kamu lulus atau tidak” dapat menghilangkan rasa percaya siswa kepada gurunya.

Guru boleh tegas:

> “Hasil akhirnya menjadi tanggung jawab kalian. Tetapi selama kalian mau belajar, saya akan membantu kalian memperbaikinya.”

Tegas tetap bisa menunjukkan kepedulian.

5. Jangan menjadikan konflik internal sekolah sebagai tontonan siswa

Guru tentu boleh memiliki kritik terhadap kebijakan sekolah atau manajemen.

Tetapi kalimat seperti:

> “Sekolah ini tidak tahu apa yang dilakukannya.”

di depan siswa dapat membuat siswa kehilangan kepercayaan terhadap sekolah.

Tidak setuju bukan berarti harus mengungkapkannya di hadapan siswa. Gunakan forum dan jalur komunikasi profesional.

6. Jangan memberi label negatif kepada satu kelas

Ucapan:

> “Kelas kalian paling buruk di sekolah.”

bukan berarti masalah kelas akan selesai.

Justru siswa bisa mendapatkan identitas negatif:

> “Memang kelas kami buruk.”

Lebih baik spesifik:

> “Hari ini banyak yang belum mengikuti aturan diskusi. Mari kita perbaiki bersama.”

Serang masalahnya, bukan harga diri siswanya.

7. Jangan melibatkan siswa dalam urusan internal guru

Kalimat:

> “Jangan bilang kepala sekolah bahwa saya mengatakan ini.”

membuat siswa berada dalam posisi yang tidak semestinya.

Siswa bukan tempat menyimpan konflik antarpegawai, bukan perantara guru dengan pimpinan, dan bukan pihak yang harus memilih keberpihakan.

8. Gunakan bahasa yang membangun

Prinsip sederhananya:

Prilaku boleh dikoreksi.

Pekerjaan boleh dikritik.

Kesalahan boleh diperbaiki.

Tetapi martabat siswa tetap harus dijaga.

Contohnya:

Hindari Lebih profesional

“Kamu bodoh.” “Jawabanmu masih perlu diperbaiki.”

“Kelas kalian paling buruk.” “Ada beberapa kebiasaan kelas yang perlu kita perbaiki.”

“Saya tidak peduli kamu lulus.” “Saya ingin kalian berusaha sampai mencapai target.”

“Saya benci kelas ini.” “Saya sedang menghadapi beberapa kesulitan dengan kelas ini.”

“Orang tuamu tidak peduli.” “Mari kita cari cara agar komunikasi dengan orang tua lebih baik.”

“Jangan bilang kepala sekolah.” “Masalah ini sebaiknya kita bicarakan melalui jalur yang tepat.”

🎯 Pelajaran utama untuk guru

Guru juga manusia. Guru bisa lelah, kecewa, marah, dan frustrasi. Yang membedakan profesionalisme bukan apakah guru pernah merasakan emosi tersebut, tetapi bagaimana guru mengelolanya agar siswa tidak menjadi korban emosi tersebut.

Karena bagi guru, satu kalimat mungkin hanya ucapan sesaat.

Tetapi bagi seorang siswa, kalimat itu bisa menjadi suara yang terus mereka ingat tentang dirinya sendiri.

Jadi, sebelum berbicara di depan siswa, gunakan prinsip:

“Apakah kalimat ini memperbaiki perilaku, atau justru melukai pribadi?”

Jika yang kedua, sebaiknya ubah cara menyampaikannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MESIN DAN KOMPONEN UTAMA SEPEDA MOTOR

Sepeda motor, seperti juga mobil dan pesawat tenaga lainnya, memerlukan daya untuk bergerak, melawan hambatan udara, gesekan ban dan hambatan-hambatan lainnya. Untuk memungkinkan sebuah sepeda motor yang kita kendarai bergerak dan melaju di jalan raya, roda sepeda motor tersebut harus mempunyai daya untuk bergerak dan untuk mengendarainya diperlukan mesin.  Mesin merupakan alat untuk membangkitkan tenaga, ia disebut sebagai penggerak utama. Jadi mesin disini berfungsi merubah energi panas dari ruang pembakaran ke energi mekanis dalam bentuk tenaga putar. Tenaga atau daya untuk menggerakkan kendaraan tersebut diperoleh dari panas hasil pembakaran bahan bakar. Jadi panas yang timbul karena adanya pembakaran itulah yang dipergunakan untuk menggerakkan kendaraan, dengan kata lain tekanan gas yang terbakar akan menimbulkan gerakan putaran pada sumbu engkol dari mesin. Komponen Utama Pada Mesin Sepeda Motor Komponen utama pada mesin sepeda motor yaitu : 1.  Kepala silinder ...

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

  Mata Pelajaran : Kreatif Inovasi & Kewirausahaan Materi : Brainstorming & Mind Mapping Usaha Sederhana Tujuan : Melatih siswa menemukan dan mengembangkan ide usaha secara kreatif. A. Pengantar Materi Brainstorming  adalah curah pendapat/ide sebanyak mungkin tanpa mengkritik. Mind Mapping  adalah peta pikiran untuk menyusun ide agar lebih terstruktur. Produk ide tertulis  adalah hasil akhir berupa konsep usaha sederhana. B. Soal Latihan Bagian 1 – Pilihan Ganda Brainstorming dilakukan dengan cara … a. Menghapus ide yang tidak realistis b. Menilai setiap ide secara kritis c. Menyampaikan ide sebanyak mungkin tanpa kritik d. Membatasi jumlah ide Mind mapping berguna untuk … a. Menghitung modal usaha b. Membuat ide menjadi terstruktur c. Menyusun laporan keuangan d. Menentukan lokasi usaha Yang termasuk kreativitas dalam usaha adalah … a. Menyalin produk pesaing b. Memberi nama produk unik c. Menjual produk sama tanpa perubahan d. Menghindari promosi Bagian 2 –...

Mind Mapping Usaha Sederhana

  LEMBAR 1 – Brainstorming Usaha Sederhana Topik: Usaha Sederhana untuk Anak Sekolah / Remaja 💡 Pertanyaan Pemicu: ·          1. Usaha apa yang bisa dijalankan dengan modal kecil? ·          2. Produk atau jasa apa yang sering dibutuhkan di lingkungan sekitar (sekolah/rumah)? ·          3. Usaha apa yang bisa dilakukan sambil tetap sekolah? Hasil Brainstorming (daftar ide): ·          Jualan makanan ringan (gorengan, keripik, kue) ·          Jualan minuman dingin (es teh, es jeruk, kopi susu, infused water) ·          Jasa cuci motor / sepeda ·          Jasa pengetikan / print tugas sekolah ·          Kerajinan tangan (gantungan kunci, gelang, t...